Jumat, 14 September 2012

PENGOLAHAN CITRA || "Pemampatan Citra (Image Compression)"

Kompresi gambar bertujuan untuk meminimalkan jumlah bit yang diperlukan untuk merepresentasikan citra. Hal ini sangat berguna apabila anda ingin mengirimkan gambar berukuran besar. Gambar yang berukuran besar akan berpengaruh pada lamanya waktu pengiriman. Maka dari itu kompresi gambar akan memadatkan ukuran gambar menjadi lebih kecil dari ukuran asli sehingga waktu yang diperlukan untuk transfer data juga akan lebih cepat. Hal penting yang harus diperhatikan dalam pemampatan adalah citra yang telah dimampatkan harus tetap mempunyai kualitas gambar yang bagus. Contoh metodenya adalah metode JPEG.
Pada gambar diatas, gambar sebelah kiri adalah citra kapal yang berukuran 258 KB. Hasil pemampatan citra dengan metode JPEG dapat mereduksi ukuran citra semula sehingga menjadi 49 KB saja.


Ada dua tipe utama kompresi data, yaitu kompresi tipe lossless dan kompresi tipe lossy. Kompresi tipe lossy adalah kompresi dimana terdapat data yang hilang selama proses kompresi. Akibatnya kualitas data yang dihasilkan jauh lebih rendah daripada kualitas data asli. Sementara itu, kompresi tipe lossless tidak menghilangkan informasi setelah proses kompresi terjadi, akibatnya kualitas citra hasil kompresi juga tidak berkurang.

Ada yang perlu diperhatikan dalam melakukan proses kompresi gambar ini, antara lain:

 
1. Resolusi
 Resolusi adalah ukuran panjang kali lebar dalam suatu gambar yang digambarkan dalam satuan pixel. Besar kecilnya resolusi akan berpengaruh pada kualitas gambar. Tetapi hal ini juga akan mempengaruhi jumlah bit datanya dan proses transfer datanya.

2. Kedalaman bit
Kedalaman bit adalah banyak sedikitnya jumlah bit yang dibutuhkan unruk menggambarkan suatu citra (gambar) dalam satuan bit/pixel. Tentu saja bila dinalar, semakin banyak bit maka gambar yang dihasilkan akan lebih bagus.

3. Redundansi
Redundansi adalah keadaan di mana representasi suatu elemen data tidak bernilai signifikan dalam menggambarkan keseluruhan data. 

Kamis, 13 September 2012

Hello World

Tutorial Instalasi Eclipse dan Android SDK ( Windows )


Sebelum memulai langkah-langkah instalasi Eclipse dan Android SDK pastikan komputer Anda telah terinstal Java SE Development Kit (JDK) yang bisa diunduh di alamat http://www.oracle.com/technetwork/java/javase/downloads/index.html. Ukuran file installer JDK tersebut kurang lebih 78 MB.



Jangan terburu-buru melaksanakan langkah demi langkah pada tutorial berikut, tetapi pahami dan baca dulu keseluruhan langkah agar tidak bingung.
Langkah-langkah instalasi Eclipse :

1. Download file Eclipse Classic (ukuran kurang lebih 171 MB) di alamat  http://www.eclipse.org/downloads/ 
2. File hasil download berbentuk .zip, kemudian uncompress file tersebut dengan tools-tools seperti WinRar
3. Setelah diekstrak, maka akan dihasilkan folder eclipse, kemudian pindahkan folder tersebut di hardrive/lokasi yang mudah diakses
4. Eclipse tidak memerlukan instalasi. Dalam folder eclipse akan ditemukan file eclipse.exe. Untuk membuka program eclipse tersebut cukup dilakukan eksekusi file eclipse.exe tersebut.



5. Tampilan halaman awal eclipse akan tampak sebagai berikut :





6. Selanjutnya yaitu melakukan instalasi plugin ADT Eclipse. Pastikan komputer telah terkoneksi dengan internet. Klik menu Help -> Install New Software. Klik Add pada sudut kanan atas dialog. Pada dialog Add repository, masukkan name "ADT Plugin", lalu  masukkan URL https://dl-ssl.google.com/android/eclipse/. Klik OK.

7. Pada dialog Available Software, pilih checkbox Developer Tools, kemudian klik Next dan Next. Tunggu hingga selesai dan klik button Finish.
8. Restart Eclipse Anda.



Langkah-langkah instalasi Android SDK :
  1. Download file Android SDK (ukuran kurang lebih 32 MB) di alamat http://developer.android.com/sdk/index.html
  2. Pada halaman tersebut akan ada dua pilihan installer. Jika Anda pilih yang .zip maka tidak perlu melakukan instalasi (cukup di-uncompress). Sedangkan jika Anda pilih yang recommended dalam bentuk .exe, maka nantinya Anda akan melakukan instalasi dengan mengeksekusi file .exe tersebut. Keduanya memiliki isi/file yang sama, tidak ada perbedaan.
  3. Untuk tutorial ini akan lebih mudah jika Anda mendownload versi Android SDK yang berekstensi .zip. Dengan demikian Anda hanya tinggal meng-uncompress file .zip tersebut.
  4. Hasil uncompress file .zip tersebut adalah sebuah folder dengan nama android-sdk-windows. Letakkan/pindahkan folder tersebut dimanapun agar mudah diakses. Misalnya di dalam folder eclipse yang sudah ada sebelumnya.
  5. Pastikan Anda terhubung ke internet. Eksekusi file  SDK Manager.exe, kemudian klik button Update All untuk melakukan update library secara otomatis hingga selesai. Proses ini akan memakan waktu lama apabila Anda ingin memasang semua library untuk berbagai jenis tipe Android OS, karena jika semuanya terinstal kurang lebih akan memakan 2GB harddrive Anda. Sebenarnya ada cara lain agar Anda tidak perlu melakukan update via online, yaitu secara offline. Caranya yaitu dengan melakukan copy paste seluruh folder dan file android-sdk-windows milik orang lain yang sudah berhasil terinstal.






Langkah menghubungkan Eclipse dengan Android SDK :
  1. Buka Eclipse, kemudian masuk ke menu Window -> Preferences, lalu klik Tab Android
  2. Pada dialog tersebut klik button Browse, kemudian arahkan ke path/lokasi folder android-sdk-windows Anda.
  3. Klik Apply, maka akan muncul beberapa macam library yang siap digunakan, seperti tampak pada gambar berikut.

Selasa, 11 September 2012

Riset Operasi - Optimasi Produksi Suatu Perusahaan


Ada sebuah perusahaan kimia memproduksi 3 buah obat, masing – masing obat tersebut membutuhkan 3 jenis bahan untuk memproduksinya.
Obat tipe A memerlukan 10 gr gula, 20 gr garam, 30 gr cuka
Obat tipe B memerlukan 12 gr gula, 5 gr garam, 16 gr cuka
Obat tipe C memerlukan 20 gr gula, 16 gr garam, 35 gr cuka
Sedangkan persediaan yang dimiliki perusahaan adalah 1250 gr gula, 1350 gr garam, 1600 gr cuka.
Obat tipe A memerlukan waktu produksi   50 menit/butir
Obat tipe B memerlukan waktu produksi   75 menit/butir
Obat tipe C memerlukan waktu produksi   40 menit/butir
Perusahaan mempunyai waktu produksi total yaitu
3200 menit untuk obat tipe A
2950 menit untuk obat tipe B
3150 menit untuk obat tipe C.
Agar perusahaan memperoleh keuntungan yang optimal, buatlah model matematikanya.

JAWAB :
Dimisalkan
Xa = Obat tipe A
Xb = Obat tipe B
Xc = Obat tipe C

F(Xa,Xb,Xc) = 50 Xa + 75 Xb + 40 Xc

Bahan/Produksi
Tipe A
Tipe B
Tipe C
Total Persediaan
Gula
10 gr
20 gr
30 gr
1250 gr
Garam
12 gr
5 gr
16 gr
1350 gr
Cuka
20 gr
16 gr
35 gr
1600 gr


Sehingga didapat ketentuan sebagai berikut :
10 Xa + 20 Xb + 30 Xc < 1250
12 Xa + 5 Xb + 16 Xc < 1350
20 Xa + 16 Xb + 35 Xc < 1600
Xa,Xb,Xc > 0

Waktu yang dibutuhkan untuk masing – masing tipe obat adalah sebagai berikut
Tipe A  =>   50 Xa < 3200
Tipe B  =>   75 Xb < 2950
Tipe A  =>   40 Xa < 3150